Dear You

Dear you,

“Apa kabar?”

Dec, 2016


Tertinggal begitu saja pada ruang obrolan tanpa ku tekan juga tombol kirimnya. Kupandangi saja tiap huruf dalam kalimat itu. Menimbang. Terlalu naif. Basa, basa kemudian basi. Semua orang tahu betul kamu baik-baik saja.

Kulitmu semakin berkilau. Tawamu berbinar dan senyummu hangat kemudian lembut. Candamu masih renyah, hingga tak sadar senyumku merekah saat melihatnya. Kuharap hatimu melimpah berkah dan memekarkan riang dimanapun kakimu melangkah.

Dear you,

“Aku rindu..”

Ah, jemariku lumpuh. Ibu jariku membeku, dingin. Kemudian aku cemas. Karna aku hafal betul takkan ada balasan seperti “iya aku juga..”

Aku tertawa kecil. Salah siapa berekspetasi. Malah menaruh harap pada mahkluk yang egonya bahkan setengah dunia saja tidak cukup baginya. Walaupun begitu, setiap kali teringatmu hanya ucap syukur yang kupaksakan mengalir kemudian menguap keluar dari setiap lubang pori-poriku. Mengudara pada lembab maupun keringnya angin pada tiap musim. Kemudian menjadi awan pada langit yang akan meneduhkan kepalamu. Awan yang teduh pada setiap goresan karyamu.

Dear you,

Aku teringat pada suatu malam dimana hatiku terenyuh dalam suatu doa meminta ikhlas dan kerelaan. Pipiku pernah lembab, bersimbah dan memohon agar kita dipisah saja. Inginku melihatmu terbang saat itu jauh lebih memekakkan dibanding teriakan egoku yang mengais harap untuk tetap bersama.

Kini aku membaca kembali setiap naskah drama itu sambil mengecap manis skenario Tuhan. Apa yang telah dituliskan-Nya, hanya kutaburkan sedikit pilu dari lukaku yang lama sekali sembuhnya. Sehingga terasa kaya rasa bagi hati manusia lainnya yang mungkin punya kisah serupa.

Dear you,

Aku tau kamu tidak hilang. Aku juga tau hati yang pernah kutemui itu masih ada. Hanya saja, rasionya aku tak pernah paham. Berapapun yang akan kau bagi dengan manusia lainnya, kuharap ia akan menjadi Puan yang bahagia. Pun kamu telah memberi cukup untuk dirimu sendiri. Sehingga dia bisa menerima sisanya, seutuhnya kamu jadi miliknya, suatu hari nanti.


Sampai jumpa.


Xo,

Buffalol.


Comments

Popular posts from this blog